perjalanan hidup trus berlalu
satu-satu berpergian pilih hidunya sendiri
ada yang meratap pada yang di Atas karna nasibnya
entah kapan nasib berubah
rasa rindu pada kehidupan lama terus membayang
ingin rasa ingin kembali dan berdiam di situ
karna rasa bahagia dan dengki tanpa pikiran yang terlalu berat di kepala
yang ada hanya bahagia yang tidak terlalu memainkan perasaan gundah
kadang memang enak menjadi angin
yang hanya mengikuti arah hidup dari hari kehari
dan bisa melihat serta merasakan perasaan tanpa mesti mengeluhkan persoalan
indah, memang indah untuk dirasakan
tapi pada kenyatan
rasa dengki searah dengan angin
semua rasa akan hilang
ketika jiwa kita terbawa oleh angin
angin kehidupan
abadi dan kekekalan
Labels:
puisi hati
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments: