Butuh banyak huruf tuk berucap
Cuma kata mulut tertutup
Bijaksana yang dibilang orang
Hanya lafalan dalam kenangan
Terbuai mimpi-mimpi belaka
Yang malah membuat sengsara
Rasa ingin hati berontak, tuk sekadar berkata
Pusing di kepala menjadi batu
Enggan mikir semua
Hanya membuang waktu percuma
Cuma naluri yang dapat berkata
Bahwa semua kehendak Esa
Labels:
poetik,
puisi hati
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments: